Jumat, 17 September 2010

Bahan Mentah Glasir

Bahan mentah glasir dipilih menurut temperatur lebur dalam pembakaran dan dipersiapkan sebagaimanamestinya sehingga diperoleh selang penggunaan yang cukup luas. Glasir dipandang sebagai campuran bahan silikat dengan beberapa bahan pelebur untuk melelehkan bahan silikat sebagai batuan yang mengandung silika, quartz pada temperatur yang diinginkan.
·   Material silikat,
Komposisi utama dari tanah dan batuan yang membentuk kerak bumi tersusunn dari silika (SiO2) dalam bentuk batuan silika sekitar 97%. Batuan silikat adalah material yang sangat penting untuk bodi porselin. Biasanya bodi porselin mengandung kaolin dan  felspar masing-masing sampai 30% dan batuan silika sampai 40%. Didalam glasir bahan silika sebagai batuan silika perlu ditambahkan bahan lain. Disamping batuan silika, bahan-bahan  sumber silika  yaitu pasir silika, tanah diatomae dan abu sekam padi dapat digunakan. Karena abu jerami mengandung 80% silika, sering digunakan untuk membuat barang kerajinan sebagai bahan glasir. Lagipula abu jerami atau abu kulit padi dalam glasir menghasilkan glasir opak tergantung pada jumlahnya dalam glasir.Di beberapa tempat dalam bahasa lokal, batuan silika disebut “giyaman” yang berarti gelas atau barang gelas. Batuan silika adalah batuan yang sangat keras tetapi menjadi rapuh setelah dibakar dan mudah dihancukan.
Temperatur lunak (ketahan apian) dari batuan silika sebagian besar SK. 35-36 (1770 – 1790oC). Bila beberapa jenis pelebur ditambahkan pada batuan silika dengan jumlah yang sesuai maka batuan silika mengalami vitrifikasi pada temperatur lebih rendah. Untuk mencegah terjadi retak-retak pada glasir, batuan silika ditambahkan dalam jumlah yang tepat, tetapi bila ditambahkan berlebih retak-retak glasir bertambah.
·   Feldspar,
Adalah bahan utama sebagai pelebur bodi porselin dan glasir (termasuk glasir temperatur tinggi selain glasir porselin). Feldspar merupakan unsur utama dalam batuan yang berada sebagai mineral penyubur tanah yang terdapat pada lapisan kedua setelah batubara. Feldspar jarang ditemukan secara terpisah dari batuan lain karena umumnya merupakan kandungan dalam granit atau batuan lain.
Feldspar digolongkan dalam orthoklas(potasfeldspar), albite, anorthite tetapi kebanyakan feldspar sebagai potas feldspar. Sangat jarang feldspar dalam keadaan murni. Feldspar yang murni, biasanya berada dalam larutan padat(phase crystallin, dengan komposisi yang dapat bervariasi) yang komposisi kimianya hampir tidak pernah konstan.
Feldspar murni mempunyai formula kimia sebagai berikut:
Orthoclase           K2O  Al2O3  6 SiO2
Albite                   Na2O Al2O3  6 SiO2
Anorthite             C2O  Al2O3  2 SiO2

Dari formula diatas, ratio oksidanya adalah sebagai berikut :

                                 Potash feldspar       Soda feldspar         Anorthite
Silica        (SiO2)              64,8%                          68,7%              43,2%
Alumina   (Al2O3)            18,3                             19,5                 36,6
Potash      (K2O)              16,9                                -                       -
Soda        (Na2O)                -                                   -                       -
Lime        (CaO)                 -                                   -                    20,2

Temperatur lunak feldspar adalah sekitar 1250oC (utamanya orthoclase). Untuk porselin biasa (dibakar pada 1250-1300oC), 35-40% feldspar ditambahkan dengan batuan silika, batu kapur dan sejumlah kecil kaolin. Untuk glasir abu yang mengandung abu kayu 50-90%  feldspar ditambahkan pada glasir tergantung pada tipe abu. Dalam hal menggunakan china stone sebagai material utama, feldspar dapat ditambahkan atau tidak.

Feldspar digunakan sebagai material alkali pada glasir temperatur tinggi dan hanya pada penambahan dengan jumlah yang tepat  pada batu kapur atau abu kayu yang menghasilkan glasir. Jika feldspar (sebagai material alkali) adalah komponen utama susunan  basa yakni glasir glasir mengandung banyak feldspar, hingga glasir mudah berubah menjadi opak.

·   Lithia (material alkali)
Lithium harganya mahal, tetapi memiliki sifat-sifat menguntungkan karena sifat peleburnya sangat kuat sehingga sering digunakan. Lithium  adalah logam alkali yang kuat. Sifat-sifat kimianya hampir sama dengan natrium dan kalium. Berat atom natrium (Na) 23, kalium (K) 39 dan sebaliknya lithium (Li) hanya  6,94.

Secara teoritis penggantian 1 bagian lithium karbonat dengan 3-5 bagian natrium karbonat atau kalium karbonat tidak menyebabkan perubahan perbandingan volume.
Karena tenaga pelebur Li sangat kuat jumlah kapur, alumina, silika (kaolin dan batuan silika sebagai bahan mentah) dapat ditambah dibandingkan dengan campuran tanpa Li dalam galsir alkali mentah.
Warna biru dengan Cu (pembakaran oksidasi) lebih indah dan stabil dalam glasir alkali yang mengandung Li. Bahkan penambahan sedikit Li, yaitu 0,5% dapat merubah kemampuan mengalir dan tegangan permukaan glasir yang dapat mengurangi lubang jarum dan memberikan sifat glos yang lebih baik.



·   Bahan mentah Calcareous (CaO)
Batu kapur mewakili material Calcareous, yang berguna sebagai bahan pelebur glasir temperatur tinggi dan juga bagian dari glasir rendah pada glasir-glasir yang di frit. Abu kayu mengandung 20-50% CaO tergantung pada jenis pohon kayu dan sejumlah kecil alkali, karena itu pada daerah yang masyarakatnya produsen keramik stoneware dan keramik seni, sangat  sering menggunakan abu kayu.
Batu kapur tersusun dari kalsium karbonat, dalam keadaan murni adalah CaCO3,  dengan kandungan 56 CaO dan 44% CO2. Sebagai sumber CaO selain batu kapur adalah calsite, marble, flourite dan sebagainya. Dolomit digunakan sebagai material pelebur dan tersusun dari magneium kabonatbdan kalsium karbonat, yang mempunyai formula kimia dinyatakan sebagai CaCO3. MgCO3.
Abu tulang digunakan untuk bodi dan glasir yang husus. Abu tulang dibuat dari pembakaran dan penghancuran tulang sapi yang tersusun dari 80% kalsium pospat, 8% senyawa kalsium. Glasir mengandung banyak kapur dengan komponen basa alkali (sebagian besar feldspar dalam glasir temperatur tinggi)  dan kapur, adalah sangat transparan dan viskositas rendah, karenanya setelah lebur mudah masuk dalam bodi dan bereaksi dengan bodi dibandingkan tipe glasir lainnya.
·   Bahan mentah pelebur lainnya,
Sebagai bahan pelebur untuk glasir selain feldspar dan material “calcareous”  sebagian dapat digunakan mineral magnesia. Talk mengandung 30% atau lebih magnesia (MgO) dapat ditambahkan sampai 10% MgO pada glasir porselin untuk mencegah retak-retak glasir dan meningkatkan derajat putih. Dalam hal glasir besi magnesia (MgO) sering berpengaruh pada penampakan glasir. Selain dari MgO barium karbonat dan bunga seng (zinc flower) juga digunakan untuk pelebur atau bahan opasifikator untuk glasir temperatur tinggi.
·   Abu kayu,
   Abu dari bahan bakar yang menempel pada barang selama pembakaran dengan silika membentuk lapisan penutup sebagai glasir. Ini dinamakan glasir alam. Barang-barang jenis ini dibakar pada temperatur lebih dari 1200oC dalam waktu yang cukup lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar